Pernah nonton film In Her Shoes?? menurutku ini film tentang keluarga yang sangat bagus, two thumbs up. Cerita tentang hubungan kakak-adik, dengan sifat yang jauh berbeda. Seberapa jauh terpisah atau ada masalah apapun yang terjadi atau saat sudah beranjak menjadi dewasa dan sudah mempunyai kehidupan masing-masing, kakak adalah kakak dan adik adalah adik.
Aku anak nomer 2 dari 3 bersaudara, sebenarnya anak ke-3 dari empat bersaudara, tp kakak’q (satu2nya cowo) meninggal di usia 4 tahun, jadi sekarang tinggal ber3, cewe semua. Dari kecil, bapak’q orang yang sangat keras, walaupun cewe kita gak pernah yang namanya manja2. Terutama masalah pendidikan, tuntutan bapak’q sangat besar untuk anak2nya untuk menjadi pintar . Sekarang aku baru merasakan hasilnya, orang tuaku keras karena ingin agar hidup anak-anaknya jauh lebih baik dari mereka.
Dari SD-SMA kakak’q selalu juara kelas, bahkan waktu kelulusan SMA (dia sekolah di SMA Negeri 1 Salatiga) namanya tercantum di Suara Merdeka, peringkat 1 sekabupaten Semarang. Tapi kemudian dia memutuskan untuk langsung bekerja di Jakarta. Baru beberapa tahun kemarin dia kuliah lagi, dan sudah lulus dengan predikat memuaskan akhir September kemarin.
Aku, walaupun gak sepintar kakak’q, tapi dari SD-SMK juga selalu dapat juara umum. Kuliah dengan beasiswa, lulus tepat waktu dengan predikat memuaskan.
Lain halnya dengan adik’ku. Selain kondisi fisiknya sering lemah (padahal dari segi ukuran, dia yang paling besar heheee), dia juga agak kurang bisa seperti kami. Semasa di SD & SMP dia gak pernah lebih baik dari ranking 6. Seringkali kalau waktu ambil raport, sambil bercanda aku & kakak sering nyeletuk ’ah ra sah dijupuk…paling ranking 6’ (’ah gak usah diambil…paling rangking 6’) dan itu terjadi setiap ambil raport. Di antara kami bertiga, dia juga yang paling gampang sakit mulai dari sariawan, pusing, maag, typhus, asam urat.
Sampai suatu ketika waktu SMK (kami satu sekolah dulu) dia aktif di salah satu Gereja di Salatiga (kami sekeluarga bergereja di GKJ Salib Putih). Mulai saat itu, kemudian dia selalu dapat juara kelas dan umum bahkan dia ikut lomba menulis dan dapat juara 1 sekotamadya Salatiga. Kalau orang yang tidak mengenalnya dari kecil, akan merasa biasa aja kalau melihat ke2 kakaknya yang juga pintar. Tapi buat kami sekeluarga, itu hal yang sangat luar biasa, itu suatu anugerah dari Tuhan. Dia kuliah di UKSW (tempatku kuliah juga), dan lulus dengan sangat memuaskan. Kemudian dia diterima bekerja di perusahaan yang besar di Semarang. Tapi belum jadi masuk kerja, dia mengundurkan diri dan memutuskan untuk pelayanan fulltimer di gerejanya.
Saat masih sama2 sekolah, aku paling agak suka kalau main dibuntutin sama adik’q. Bahkan sepertinya dulu aku lebih sayang sama teman’ku daripada sama adik’q. Beda denganku, adik’q lebih suka menghabiskan waktu di rumah, dia paling dekat sama orang tuaku. Secara fisik, dia paling berisi, tinggi hampir sama denganku, rambut ikal, kulit hitam (kalau sekarang sudah lebih bersih), gak pernah pake rok kecuali seragam sekolah, sebenarnya kami bertiga hampir setipe dalam hal ketomboian. Aku inget dulu karena dia lebih besar dari aku, pernah waktu bertengkar tiba2 dia melotot, aku langsung nangis karena takut.
Sudah beberapa bulan ini dia berada di Surabaya untuk pendidikan sebelum pelayanan. Dan gak tau kenapa..aku jadi sering merasa haru sampe pada taraf keluar air mata saat kami sms’an, telp, comment2 fb bahkan saat tiba2 inget dia. Ada perasaan bangga, haru, kasihan dan merasa ini sesuatu yang gak pernah aku bayangkan bakal secepat ini dia ambil keputusan, walaupun aku tau pasti akan terjadi. Saat nulis ini pun, mataku berkaca2…ada perasaan yang sulit buat diungkapkan. Adik’q ini sosok yang pasti merupakan sosok anak ideal bagi orang tua manapun, dia rajin, pinter masak, she so soft and caring, she always happy to serve anybody else, entah keluarga, teman, tetangga.
Sudah 3 hari ini dia off dari kelasnya, sakit typhus. Aku tau dia bukan milik’q atau milik orang tua’q, dia milik Tuhan. I know she will be safe in God’s hands. I’m just want to say that i love her so much. Get well soon sist, God bless you.